BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A. Telaah Pustaka

Laurence W. Green, 1988 (Dalam Noto Atmodjo, 1993:102-103) mengemukakan bahwa perilaku kesehatan seseorang terbentuk dan dipengaruhi dari faktor perilaku dan non perilaku. Sedangkan perilaku kesehatan ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan sikap, keyakinan, nilai-nilai faktor pendukung yang terwujud dalam lingkungan fisik, sarana/prasarana dan ketentuan-ketentuan faktor pendukung yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan, keluarga dan masyarakat.

  1. 1. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu (Noto Atmodjo, 2003 : hal 121) penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yakni : penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.

Namun demikian dari penelitian selanjutnya Rogers menyimpulkan bahwa perubahan perilaku tidak selalu melewati tahap 4 tahap tersebut apabila penerima perilaku baru atau adopsi melalui proses seperti ini didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama. Menurut Noto Atmodjo (2003 : hal 122) pengetahuan itu mempunyai 6 tingkatan yaitu :

  1. Tahu (know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang diberikan materi yang telah dipelajari sebelumnya termasuk ke dalam pengetahuan. Tingkatan ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mengidentifikasikan, menyatakan dan sebagainya.

  1. Memahami (comprehension)

Yaitu suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang mengetahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut dengan benar. Seseorang yang telah paham suatu objek atau materi akan dapat menjelaskan, menyebutkan atau menyimpulkan objek yang telah dipelajari tersebut.

  1. Aplikasi (application)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi ini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus metode dan sebagainya dalam konteks situasi yang lain.

  1. Analisis (analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek di dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis dapat dilihat dari kemampuan menjabarkan, membedakan, mengelompokkan dan memisahkan.

  1. Evaluasi (evaluation)

Yaitu kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek. Penelitian ini dapat diukur melalui angket atau kuisioner jadi apabila perilaku seseorang didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan berlangsung lama.

  1. 2. Pengertian Primigravida

Menurut Nell (1999) Ibu primigravida adalah seorang wanita yang pertama kali hamil. Selanjutnya menurut Sastrowinoto (1983) bahwa kehamilan terjadi kalau ada pertemuan dan pertemuan antara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa). Arti hamil atau kehamilan adalah suatu keadaan dalam seseorang wanita mengandung sel telur dibuahi oleh sperma, sebagian tubuh ibu hamil tersebut mengadakan keseimbangan untuk menyesuaikan diri dengan adanya individu tersebut.

Kehamilan pertama merupakan pengalaman baru yang dapat menjadi faktor yang menimbulkan stres bagi suami istri. Beberapa stressor ada yang dapat diduga dam ada yang tidak dapat diduga atau tidak terantisipasi misalnya komplikasi persalinan. Persulitan menurut adaptasi fisika, psikologis dan sosial dari kedua pasangan (Endjun, 2002)

  1. Tujuan Pemeriksaan dan Pengawasan Ibu Hamil

Tujuan umum adalah   : menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat

Tujuan Khusus adalah :  mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas (Saifuddin, 2001 hal : 88)­.

  1. Ketidaknyamanan yang umum pada kehamilan

Selama kunjungan antenal, ibu mungkin mengeluhkan bahwa ia mengalami ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan yang normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan. Seorang bidan, penting bagi kita membedakan antara ketidaknyamanan normal dengan tanda-tanda bahaya.

Walaupun ketidaknyamanan yang umum dalam kehamilan tidak “mengancam keselamatan jiwa” mereka dapat sangat menyulitkan bagi ibu. Bidan harus mendengarkan ibu, membicarakan berbagai macam keluhan, dan membantu mencari cara untuk mengatasinya sehingga ibu dapat menikmati kehamilannya  (Buku 2 Asuhan Antenatal, 2003 : hal 71).

Beberapa macam ketidaknyamanan pada masa kehamilan antara lain:

  1. Cloasma perubahan warna aerola

Umumnya terjadi pada kehamilan trimester ke dua, terjadi oleh karena peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesterone. Cara meringankan/ mencegahnya yaitu hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan.

  1. Edema

Umumnya terjadi pada trimester kedua dari ketiga, faktor penyebabnya oleh karena tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvik duduk atau pada cava inverior pada waktu berbaring. Cara meringankan/mencegah yaitu hindari pososi berdiri untuk waktu yang lama, berbaring dengan miring kekiri dan kekanan dengan kaki agak ditinggikan, angkat kaki ketika duduk atau istirahat, hindari kaos kaki yang ketat. Tanda bahaya jika edema timbul pada muka dan tangan, jika disertai dengan tanda-tanda anemia atau disertai dengan proteinuria.

  1. Sering Buang Air Kecil

Umumnya terjadi pada trimester pertama dan ketiga, disebabkan oleh karena tekanan uterus pada kantong kemih, cara meringankan/mencegah yaitu beri penjelasan kepada ibu tentang faktor penyebabnya., kosongkan jika ada dorongan untuk kencing, perbanyak minum pada siang hari, kurangi minum kopi, teh, cola dan cafein. Tanda bahaya wanita hamil menghadapi resiko yang lebih besar untuk terjadinya infeksi saluran kemih. karena ginjal dan kantung kemih mengalami perubahan.

  1. Gatal-gatal

Terjadi pada semua trimester, disebabkan karena hipersensitif terhadap antigen placenta, cara meringankan/mencegah yaitu kompres dingin. Tanda bahaya jika disertai dengan mual dan muntah, penyakit kuning dan kencing berwarna hitam.

  1. Garis-garis di perut (Striae gravidarum)

Tampak jelas pada bulan keenam dan ketujuh, penyebab tidak jelas, bisa timbul akibat perubahan hormon atau gabungan antara perubahan hormon dengan peregangannya.

  1. Ngidam makanan

Biasanya terjadi pada trimester pertama tapi bisa juga berlangsung sepanjang masa kehamilan, hal ini disebabkan oleh indra pengecap yang menjadi tumpul, jadi makanan yang lebih merangsang dicari-cari hal ini seharusnya tidak menimbulkan kekawatiran asalkan cukup bergizi. Tanda bahaya jika terdapat pertambahan berat badan yang tidak memadai atau kehilangan berat badan, dan terdapat tanda-tanda kurang gizi.

  1. Hemorrhoid (wasir)

Umumnya terjadi pada trimester II dan III.  Faktor penyebabnya konstipasi. Cara meringankan yaitu hindari konstipasi, makan makanan yang berserat.

  1. Mual dan muntah

Umumnya terjadi antara minggu ke 5-12 atau bisa terjadi lebih awal 2-3 minggu setelah hari pertama haid terakhir. Penyebab yang pasti tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh peningkatan kadar  HCG/estrogen dan progesteron cara meringkankan/mencegah yaitu hindari bau atau faktor-faktor penyebabnya, makan biskuit kering, dan makan sedikit-sedikit tapi sering, hindari makanan yang berminyak dan bumbu merangsang, minum minuman berkarbonat, bangun dari tidur secara perlahan, dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba dan hindari menggosok gigi setelah makan.

  1. Kram pada kaki

Umumnya terjadi sebelum kehamilan usia 24 minggu, tidak jelas dasar penyebabnya, bisa jadi karena uterus yang meningkatkan pada syaraf keletihan, cara meringankan/mencegah yaitu gunakan penghangat untuk otot.

  1. Keputihan

Biasanya terjadi pada trimester pertama, kedua dan ketiga, faktor penyebabnya yaitu peningkatan produksi lendir dan kelenjar indo servikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen, cara meringkankan/mencegah yaitu tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari, dan memakai pakaian dari katun, pengobatan dengan menggunakan bedak tubuh untuk mengeringkan tapi jangan terlalu banyak.

  1. Perubahan Fisiologis pada wanita saat hamil

1)      Perubahan pada alat kandungan

a)      Uterus

Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama karena pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertrofi otot polos uterus, disamping itu serabut-serabut kolagen yang ada pun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin. Bila ada kehamilan ektropik, uterus akan membesar pu1a, karena pengaruh hormon-hormon itu. Begitu. pu1a endometrium. menjadi desidua. Berat uterus normal lebih kurang 30 gram pada kehamilan 40 minggu berat uterus ini menjadi 1000 gram, dengan panjang lebih kurang 20 cm dan dinding lebih kurang 2,5 cm. Pada bulan-­bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpokat agak gepeng. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir kehamilan kembali seperti bentuk semula lonjong seperti telur: Hubungan antara besarnya uterus dengan tua kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologis, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya.

b) Servik Uteri

Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat. Hanya 10% jaringan otot. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen, akibat kadar estrogen meningkat, dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks yang terutama atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot tidak mempunyai fungsi sebagai stingter. Pada partus, serviks membuka saja mengikuti tarikan-tarikan korpus uteri ke atas dan tekanan bagian bawah janin ke bawah. Sesudah partus dapat pula dinyatakan bahwa serviks itu berlipat-lipat dan tidak menutup seperti ditemukan pada sfingter. Kelenjar-kelenjar serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak, keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.

c)      Vagina dan Vulva

Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (Livide). Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsio pun tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah alat genitalia Hal ini dapat dimengerti karena oksigenasi dan nutrisi pada alat-alat genitalia tersebut meningkat. Apabila terdapat kecelakaan pada kehamilan atau persalinan, maka perdarahan akan banyak sekali, sampai dapat mengakibatkan kematian.

d)  Ovarium

Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus lutetun graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira 16 minggu. Korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian ia mengecil setelah plasenta terbentuk. Seperti telah dikemukakan, korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Lambat laun fungsi ini diambil alih oleh plasenta, dalam dasawarsa terakhir ini ditemukan pada awal ovulasi hormon relaxin, suatu immunareactive inhibin dalam sirkulasi maternal. Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal kehamilan. Kadar relaxin disirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat dalam trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh rnenenangkan hingga pertumbuhan janin baik hingga aterm.

2)   Perubahan pada payudara

a)      Mammae

Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatommatoropin, estrogen dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu ibu. Estrogen menimbulkan hipertrofi sistem saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pada mamma. Samatammatropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel sehingga terjadi pembuahan kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin. Dengan demikian, mamma dipersiapkan untuk laktasi. Disamping ini, di bawah pengaruh pragesteron dan somatomammatropin, terbentuk lemak di sekitar kelompok­-kelompok elveolus, sehingga mamma menjadi lebih besar.

3)      Perubahan pada Sirkulasi Darah

Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain-lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan seperti telah dikemukan, volume darah ibu dalam kehamilan betambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremnia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%. Akibat hemodilusi tersebut, yang mulai jelas timbul pada kehamilan 16 minggu. Ibu yang mempunyai penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasi kordis.

4)      Perubahan pada sistem respirasi

Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar ke arah diagfragma, sehingga kurang leluasa terbentuk. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%; seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam; dan bagian bawah toraknya juga melebur ke sisi, yang sesudah partus kadang-kadang menetap jika tidak dirawat dengan baik.

5) Perubahan pada Traktus Digestivus

Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus  digestivus menurun, sehingga mortilitas seluruh traktur digestivus juga bekurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus, yang memang baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pula obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis) biasanya sering dan terlalu banyak dikeluarkan, disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologis.

6)      Perubahan pada Traktus Unirarius

Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesteron. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar dari pada ureter kiri, karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan oleh karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya, atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut, lebih sering dijumpai hidraureter destra dan pielitis dekstra.

7)      Perubahan pada Kulit

Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen patia dahi, pipi, dan hidung dikenal sebagai kloasina gravidarum. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di areola mamma. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal sebagai linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae livide, setelah partus, striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikantes (Sarwono Prawirohardjo, 2002 : hal 89).

  1. B. Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara kerangka konsep yang lainnya dan masalah yang ingin diteliti (Notoatmodjo, 2005). Secara sistematis kerangka konsep penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.  Kerangka Konsep Penelitian

  1. C. Definisi Operasional Variabel

Menurut Notoatmodjo (2002 : 446) untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel diamati atau diteliti perlu sekali variabel tersebut diberi batasan.

Definisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta mengembangkan instrumen (alat ukur). Adapun dalam penelitian ini variabel yang akan didefinisikan secara operasional dapat dijelaskan sebagai berikut :


Tabel 1.  Definisi Operasional

No Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur Hasil Ukur Skal a Ukur
1 Pengetahuan Pengetahuan ibu hamil primigravida tentang perubahan fisiologis dalam masa kehamilan Angket Kuisioner Baik (76-100%)

Cukup (56-75%)

Kurang (40-55%)

Kurang sekali (< 40%)

Ordinal
2 Ibu Primigravida Seorang wanita yang hamil untuk pertama kali

Kisi-kisi pertanyaan pada kuisioner pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologis pada saat kehamilan.

No. Sub Variabel Jumlah Soal No. Soal
1 Perubahan pada alat kandungan 8 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
2 Perubahan pada mamae 5 9, 10, 11, 12, 13
3 Perubahan pada sistem biologis tubuh 12 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25
4 Perubahan pada kulit 5 26, 27, 28, 29, 30

BAB III

METODE PENELITIAN

A.           Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmadjo, 2002).

B.           Populasi dan Sampel

  1. Populasi

Populasi adalah seluruh subjek penelitian (Arikunto, 2002). Sedangkan menurut Notoatmodjo (2002), populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang akan diteliti. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi adalah semua ibu hamil primigravida  yang memeriksakan kehamilan di BPS CH. Sudilah Ganjar Agung pada bulan April- Mei tahun 2007.

  1. Sampel

Menurut Notoatmodjo (2002), sampel adalah sebagian objek penelitian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara accidental sampling, yaitu diambil dari responden atau kasus yang kebetulan ada. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini sampel yang diteliti adalah ibu hamil primigravida yang memeriksakan kehamilannya di BPS. CH Sudilah pada saat dilakukan penelitian pada bulan April-Mei 2007 sebanyak 30 responden.

  1. C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen ini dapat berupa pertanyaan (question), formulir observasi dan formulir-formulir lain yang berkaitan dengan penataan data dan lain-lain (Notoatmodjo, 2005).

Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Kuisioner atau angket merupakan suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian mengenai masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum/banyak orang (Notoatmodjo, 2002 ; 12)

D.          Pengumpulan Data

Setelah data terkumpul dari angket atau kuisioner, maka dilakukan pengolahan data yang melalui beberapa tahap sebagai berikut:

  1. 1. Editing

Editing adalah mengumpulkan, memeriksa daftar kuisioner dan data yang terkumpul. Pada tahap ini, penulis melakukan penilaian terhadap data yang diperoleh kemudian diteliti apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam pengisiannya.

  1. 2. Coding

Coding adalah kegiatan memberi kode pada jawaban atau kode tertentu sehingga lebih dan sederhana. Pada tahap ini penulis memberikan kode tertentu pada tiap-tiap data sehingga memudahkan dalam melakukan analisis data.

  1. 3. Tabulating

Tabulating adalah memasukkan hasil dari kuisioner ke dalam bentuk tabel. Pada tahap ini jawaban responden yang sama dikelompokkan dengan teliti dengan teratur, lalu dihitung dan dijumlahkan kemudian ditulis dalam bentuk tabel-tabel..

  1. E. Teknik Analisis Data

Pengolahan dan analisis data dilakukan secara manual dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan :

P          : Persentase

a          : Jumlah pertanyaan yang dijawab benar

b          : Jumlah seluruh pertanyaan (Arikunto, 1998)

Sedangkan untuk penentuan kategori penelitian menurut Arikunto (1998) sebagai berikut :

  1. 76 – 100%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori baik.
  2. 56 – 75%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori cukup.
  3. 40 – 55%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori kurang.
  4. < 40%, jika pertanyaan yang dijawab oleh responden termasuk kategori kurang sekali.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A. Gambaran Umum Bidan Praktek Swasta (BPS) CH Sudilah

Bidan Praktek Swasta (BPS) Ny. CH Sudilah yang lokasinya di Jl. Jendral Sudirman Ganjar Agung 14/I Metro Barat Kota Metro.

  1. 1. Jenis Pelayanan

Jenis pelayanan yang diberikan di Bidan Praktek Swasta (BPS) Ny. CH Sudilah antara lain:

  1. Antenatal care (ANC)
  2. Intranatal Care
  3. Postnatal Care
  4. Imunisasi
  5. Keluarga Berencana
  6. Pengobatan Anak dan Balita
  1. 2. Sarana Ketenagaan

Sarana dan tenaga kesehatan yang dimiliki oleh Bidan Praktek Swasta (BPS) Ny. CH Sudilah dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.  Sarana di BPS CH Sudilah

No. Ruang/Kamar Jumlah Keterangan
1 Untuk periksa 1 Terdapat 1 tempat tidur, 1 meja dan 2 kursi, 1 lemari untuk menyimpan obat-obatan
2 Untuk bersalin 1 Terdapat 1 tepat tidur gynecolog
3 Untuk Ibu post partum 2 Setiap kamar terdapat tempat tidur dan 1 lemari kecil untuk baju, serta 1 meja dan kursi

Tabel 3 Tenaga Kesehatan di BPS CH Sudilah

No. Tenaga Kesehatan Jumlah Keterangan
1 Bidan 1 Dengan latar belakang pendidikan D3 kebidanan
Asisten bidan 1 Dengan latar belakang pendidikan D3 kebidanan
  1. B. Hasil Penelitian

Setelah kuisioner dikumpulkan dan diolah, maka didapat data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi dibawah ini.

  1. 1. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada alat kandungan pada masa kehamilan

Tabel 4        Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang perubahan pada alat kandungan pada masa kehamilan di BPS CH Sudilah tahun 2007

No Kategori Jumlah Presentase (%)
1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

-

7

8

15

-

23%

27%

50%

Jumlah 30 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang, yang memiliki pengetahuan tentang perubahan pada alat kandungan dengan pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (23%) dan yang pengetahuan kurang 8 orang (27%) sedangkan pengetahuan yang kurang sekali sebanyak 15 orang (50%).

  1. 2. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada payudara pada masa kehamilan

Tabel 5        Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang perubahan pada payudara pada masa kehamilan di BPS CH Sudilah tahun 2007

No Kategori Jumlah Presentase (%)
1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

-

14

16

-

-

47%

53%

-

Jumlah 30 100%

Dari tabel 5.2.4 diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang, yang memiliki pengetahuan tentang  perubahan pada payudara pada masa kehamilan dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (47%) dan yang pengetahuan kurang 16 orang (53%).

  1. 3. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada perubahan sistem biologis tubuh pada masa kehamilan

Tabel 6.       Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang perubahan pada sistem biologis tubuh masa kehamilan di BPS CH Sudilah tahun 2007

No Kategori Jumlah Presentase (%)
1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

-

6

10

14

-

20%

33%

47%

Jumlah 30 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang, yang memiliki pengetahuan pada sistem biologis tubuh dengan pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (20%) dan yang pengetahuan kurang 10 orang (33%), sedangkan yang pengetahuan kurang sekali sebanyak 14 orang (47%).

  1. 4. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada kulit pada masa kehamilan

Tabel 7.  Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang perubahan pada kulit pada masa kehamilan di BPS CH Sudilah tahun 2007

No Kategori Jumlah Presentase (%)
1

2

3

4

Baik

Cukup

Kurang

Kurang sekali

-

12

18

-

-

40%

60%

-

Jumlah 30 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang, yang memiliki pengetahuan tentang perubahan pada kulit dengan pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (40%) dan yang pengetahuan kurang 18 orang (60%).

  1. C. Pembahasan
    1. 1. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada alat kandungan pada masa kehamilan

Pada proses kehamilan, alat kandungan akan terjadi beberapa perubahan, perubahan tersebut dapat terjadi pada uterus, servik uteri, vulva dan vagina, dan ovarium

Pada hasil penelitian di BPS CH Sudilah diketahui bahwa dari 30 responden yang ada, ibu hamil primigravida yang memiliki pengetahuan tentang perubahan pada alat kandungan dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 7 orang (23%), yang memiliki pengetahuan kurang 8 orang (27%), sedangkan yang  memiliki pengetahuan kurang sekali sebanyak 15 orang (50%). Banyaknya bumil primigravida yang pengetahunnya kurang sekali mengenai perubahan pada sistem biologis pada masa kehamilan, karena kurangnya penyuluhan serta informasi dari tenaga kesehatan khususnya ibu hamil untuk mencari informasi tentang perubahan fisiologi pada saat kehamilan.

  1. 2. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada payudara pada masa kehamilan

Pada kehamilan mamae seseorang ibu hamil akan membesar dan tegang, hal ini disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron. Selain itu daerah sekitar mamae akan berwarna lebih gelap dari biasanya sebelum hamil. Hal ini disebut juga hiperpigmentasi pada aerola mamae yang membesar dan tegang serta hiperpigmentasi mamae yang membesar dan tegang serta hiperpigmentasi pada aerola mamae adalah hal yang fisiologis pada kehamilan (Sarwono Prawirohardjo, 1999:91).

Pada hasil penelitian yang telah dilakukan di BPS C.H Sudilah  dari 30 responden, ada 14 orang (47%) memiliki pengetahuan cukup, dan 16 orang (53%) memiliki pengetahuan kurang. Banyak ibu primigravida yang kurang mengetahui tentang perubahan pada payudara pada masa kehamilan, sehingga diperlukan suatu penyuluhan dan pengarahan mengenai perubahan pada masa kehamilan agar ibu hamil tidak khawatir tentang perubahan fisiologis pada kehamilan yang terjadi pada dirinya.

  1. 3. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada perubahan sistem biologis tubuh pada masa kehamilan

Seorang wanita hamil pada kelanjutannya kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang sesak napas dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uteus yang membesar kearah diagfragma kurang leluasa bergerak. Selain itu perubahan sistem biologis tubuh juga meliputi perubahan pada traktus digestivus yang rasa mual dan muntah pada perubahan tractus urinarius yang menyebabkan keluhan sering kencing (BAK) (Sarwono Prawirohardjo, 199:90).

Pada hasil penelitian di BPS CH. Sudilah diketahui bahwa dari 30 responden yang ada ibu primigravida yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (20%) dan 10 orang (33%) memiliki pengetahuan kurang, dan 14 orang (47%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sekali.

Banyak ibu primigravida yang kurang sekali mengetahui tentang perubahan pada sistem biologis tubuh pada masa kehamilan, hal ini dikarenakan ibu merupakan ibu hamil primigravida yang belum pernah mengalami kehamilan sebelumnya.

  1. 4. Pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan pada kulit pada masa kehamilan

Pada kulit terdapat deposit dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Melanophore Setimulating Hormone (MSH) yang meningkat hiperpigmentasi ini terdapat di daerah leher, muka dan perut (Sarwono Prawirohardjo, 1999: 91).

Pada hasil penelitian yang telah dilakukan di BPS CH. Sudilah dari 30 responden, ada 12 orang (40%) memiliki pengetahuan cukup, dan 18 orang (60%) memiliki pengetahuan kurang, banyaknya responden yang kurang mengetahui tentang perubahan pada kulit pada masa kehamilan, sehingga pengetahuan ibu tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan khususnya perubahan pada kulit sangat diperlukan, oleh karena itu penyuluhan, informasi dan konseling dari tenaga kesehatan sangatlah penting untuk menunjang pengetahuan ibu hamil.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu primigravida tentang perubahan fisiologis pada masa kehamilan di BPS CH. Sudilah termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 23 responden (77%).

  1. B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis mengajukan saran kepada:

  1. 1. Ibu Hamil Primigravida

Diharapkan ibu hamil agar lebih proaktif dalam mencari informasi misalnya dengan membaca buku/majalah kesehatan untuk menambah pengetahuan khususnya tentang kehamilan sehingga apabila ada perubahan yang muncul mereka tidak merasa cemas.

  1. 2. Bidan Praktek Swasta

Diharapkan pada BPS agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan misalnya dengan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil khususnya bumil primigravida mengenai perubahan fisiologis yang terjadi pada masa kehamilan.

.

  1. 3. Bagi Masyarakat

Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penyuluhan sehingga dapat menambah pengetahuan tentang kesehatan.

  1. 4. Bagi Institusi Pendidikan

Melalui penelitian ini diharapkan untuk dapat mengevaluasi sejauh mana daya pemahaman atau daya kemampuan untuk mengerti dari mata kuliah yang telah disampaikan oleh dosen.

  1. 5. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman peneliti Selanjutnya, mengenai perubahan dimasa kehamilan serta penelitian dapat berguna bagi pembaca dan dapat diterapkan pada bumil khususnya ibu hamil primigravida..